materi bahasa Indonesia cerpen

 Cerpen: Sepotong Roti untuk Bima


Pagi itu hujan turun deras. Bima duduk di teras rumahnya yang sederhana. Ia menatap jalanan becek dengan tatapan kosong. Sejak ayahnya meninggal, Bima harus membantu ibunya berjualan kue untuk menyambung hidup.


Meski begitu, Bima tak pernah mengeluh. Setiap pagi ia berangkat ke sekolah dengan membawa kantong plastik berisi roti buatan ibunya. Di sekolah, sebelum bel masuk berbunyi, Bima akan berkeliling menawarkan roti kepada teman-temannya. Terkadang ada yang membeli, terkadang tidak.


Suatu hari, ketika Bima merasa putus asa karena tak ada satu pun roti yang terjual, seorang guru menghampirinya. “Bima, boleh saya coba rotinya?” tanya Bu Rini dengan senyum hangat. Bima mengangguk pelan dan menyerahkan sepotong roti.


Bu Rini langsung jatuh hati pada rasanya. Sejak hari itu, Bu Rini selalu membantu mempromosikan roti Bima kepada guru-guru lain. Perlahan, jualan roti Bima laris manis. Ibunya pun bisa menabung sedikit demi sedikit.


Bima belajar bahwa sekecil apa pun usaha, jika dikerjakan dengan ikhlas dan tekun, pasti akan membawa hasil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

teks tanggapan

rangkuman tka