Tugas PJJ

 A. Pengertian Imbuhan

Imbuhan (afiks) adalah bunyi atau bentuk linguistik yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru yang dapat mengubah makna maupun kelas kata (nomina, verba, adjektiva, dsb.).

Contoh:

tulis → menulis

ajar → pelajar

Jenis-Jenis Imbuhan dalam Bahasa Indonesia

1. Prefiks (Awalan)

Imbuhan yang diletakkan di awal kata dasar.

2. Sufiks (Akhiran)

Imbuhan yang diletakkan di akhir kata dasar.

3. Infiks (Sisipan)

Imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar (jarang digunakan).

Infiks Contoh Kata Dasar

-el- geletar getar

-em- gemetar getar

-er- gerigi gigi

-in- kinerja kerja

4. Konfiks (Imbuhan Gabungan)

Imbuhan yang terdiri dari awalan dan akhiran sekaligus.

Konfiks Contoh Makna

ke-…-an kebaikan sifat

pe-…-an pelajaran proses

per-…-an pertemuan hasil

ber-…-an berlarian kegiatan banyak

me-…-kan menuliskan tindakan


5. Simulfiks

Imbuhan yang mengubah bentuk kata dasar secara fonologis.

Contoh:

kopi → ngopi

soto → nyoto

Umumnya digunakan dalam ragam lisan nonbaku.

6. Imbuhan Serapan

Imbuhan yang berasal dari bahasa asing (Sansekerta, Arab, Belanda, Inggris).


Imbuhan Asal Contoh

maha- Sansekerta mahakuasa

pra- Sansekerta prasejarah

-isme Yunani nasionalisme

-isasi Inggris modernisasi

-wi Arab duniawi


Fungsi Imbuhan

• Membentuk kata baru

• Mengubah makna kata

• Mengubah kelas kata

• Memperjelas fungsi gramatikal

Contoh:

ajar (verba) → pelajaran (nomina)

Kesimpulan

Imbuhan dalam bahasa Indonesia terdiri atas prefiks, sufiks, infiks, konfiks, simulfiks, dan imbuhan serapan. Imbuhan berperan penting dalam pembentukan kata, perubahan makna, dan struktur kalimat.

B. Jenis-jenis kata keterangan:


1. Waktu → kapan (kemarin, pagi ini)

2. Tempat → di mana (di sekolah, ke sana)

3. Cara → bagaimana (dengan hati-hati)

4. Derajat/Intensitas → tingkat (sangat, agak)

5. Frekuensi → seberapa sering (selalu, jarang)

6. Alat → memakai apa (dengan pulpen)

7. Kesertaan → dengan/ tanpa pihak lain (bersama teman)

8. Sebab → alasan (karena hujan)

9. Akibat → hasil (sehingga gelap)

10. Tujuan → maksud (untuk belajar)

1. Keterangan Perlawanan (Konsesif)

→ Menyatakan pertentangan.

Contoh: meskipun, walaupun

Kalimat: Meskipun lelah, ia tetap belajar.


2. Keterangan Perbandingan

→ Membandingkan sesuatu.

Contoh: seperti, bagai, laksana

Kalimat: Wajahnya pucat seperti kertas.


3. Keterangan Modalitas

→ Menunjukkan sikap/kemungkinan pembicara.

Contoh: mungkin, barangkali

Kalimat: Mungkin dia datang besok.


4. Keterangan Aspek

→ Menunjukkan tahap waktu kejadian.

Contoh: mulai, sudah, selesai

Kalimat: Tugas itu sudah selesai.


5. Keterangan Sudut Pandang

→ Menunjukkan pendapat atau dasar penilaian.

Contoh: menurut, berdasarkan

Kalimat: M

enurut guru, hasilnya baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

teks tanggapan

rangkuman tka